Posted by: adhittobing on: Januari 3, 2009
‘kemana malam tahun baru dit?’ tanya seorang teman. saya yang jarang ikut berjibaku merayakan pergantian tahun, agak bingung menjawab pertanyaan itu. agar teman saya tidak kelamaan menunggu, walau saya tau dia sama sekali tidak menunggu. jawab saya, tidur!. jawaban pamungkas, singkat, dan memberi banyak kesimpulan dibenak teman saya yang memang lebih berat kekiri daripada kekanan itu. seperti, ‘lagi bokek pasti’, atau ‘kasihan, tidak punya teman wanita’, atau ‘wah, punya koleksi film xxx terbaru nih’ dan banyak lagi hal yang tidak jauh dari itu. dan teman sayapun berlalu dengan membawa berbagai kesimpulan.
sebenarnya saya bisa saja bergabung dengan teman-teman yang malam itu ikut lomba bersepeda yang pemenangnya bisa ditentukan sendiri. tergantung lobi sama yang empunya acara. namun, hujan yang mulai turun ditambah lagu dangdut yang bikin hati tambah senut membuat saya mengurungkan niat ikut dalam acara yang kemungkinan didanai dengan uang rakyat itu.
dengan sepeda motor (sepeda yang dimotori mesin) teman, saya bergerak dan melaju menyusuri jalan disela gerimis yang mengundang hujan yang membuat basah pakaian, muka hingga kesela-sela tersembunyi. tahun ini saya memang berencana untuk tidak punya rencana tahunan yang biasanya saya buat setiap awal tahun tiba. ‘ya iyalah, wong rencana ente yang tahun kemarin aja belum kesampaian.’ celetuk teman saya. ‘sudahlah, mengalir saja. toh, ntar diperjalanan meleset lagi, kan capek2in nyusun target aja’ tambah teman saya ga’ kalah ketus.
dan akhirnya, maka daripada mempertibangkan yang mana daripada perkataan teman dan hati saya, maka tahun ini berjalan tanpa resolusi. yuuk marii!
Komentar Terakhir